Jenis Penyakit Serius Pada Bayi dan Balita

Jenis Penyakit Serius Pada Bayi dan Balita

Keluarga sehat – Bayi merupakan usia yang sangat rentan dalam kehidupan, hal ini karena sistem kekebalan tubuh bayi masih dalam proses perkembangan. Sebelum seseorang bayi mendapat vaksinasi atau imunisasi, tubuhnya akan lebih sulit untuk melawan infeksi.

Bayi dan balita memerlukan perawatan dokter untuk beberapa masalah kesehatan yang terjadi pada anak yang lebih besar dapat dirawat tanpa bantuan dokter.

Berikut ini jenis penyakit serius pada bayi :

Demam

Bayi seharusnya tidak mengalami demam sampai usia 3 bulan. Jika bayi kurang dari 3 bulan memiliki suhu rektal (suhu tubuh yang diukur dengan memasukkan termometer ke dalam anus) >38ºC, segera hubungi dokter atau unit gawat darurat. Bukan karena demam itu sendiri yang berbahaya, melainkan karena pada bayi baru lahir, demam bisa menjadi tanda dari infeksi bakteri yang berbahaya.

Ruam

Sebagian besar ruam akan tampak memudar atau menghilang jika ditekan dengan jari. Jika pada bayi atau balita muncul bintik-bintik merah pada dada, punggung, lengan, atau kaki yang tidak memudar jika ditekan, segera hubungi dokter atau bawa anak ke unit gawat darurat terdekat. Ruam semacam ini dapat menjadi tanda infeksi serius seperti meningitis atau penyakit kelainan pada darah atau pembuluh darah.

Ruam yang tidak memudar yang muncul di wajah atau leher anak bukan merupakan tanda bahaya jika disertai dengan batuk atau muntah, tetapi boleh saja langsung dibawa ke dokter untuk berjaga-jaga kemungkinan terburuknya. Ruam seperti ini muncul karena adanya pembuluh darah kecil pada kulit yang pecah akibat adanya peningkatan tekanan saat anak batuk atau muntah.

Kuning

Bayi baru lahir sering mengalami ikterik atau jaundice, dimana kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning. Hal ini terjadi karena liver atau organ hati pada bayi tidak selalu bekerja secara optimal, sehingga tidak bisa memecah zat dalam darah yang disebut dengan bilirubin.

Sangat sulit untuk mengetahui apakah jaundice yang dialami bayi masih dalam batas normal atau sudah pada level yang harus diterapi hanya dengan melihatnya saja. Perlu pemeriksaan laboratorium untuk mendukungnya.

Nyeri kepala

Bayi tidak bisa memberi tahu jika dia mengalami nyeri kepala, tetapi balita bisa. Balita mungkin akan sering memegangi kepalanya atau mengungkapkan dengan kata-kata jika dia mengalami sakit kepala. Nyeri kepala merupakan keluhan yang jarang pada balita sehingga harus segera dievaluasi.

Muntah atau diare

Jika bayi atau balita mengalami muntah atau diare, segera bawa ke dokter atau unit gawat darurat. Kunci tanda bahaya adalah popok yang kering. Jika bayi tidak buang air kecil, kemungkinan besar dia mengalami dehidrasi.

Menangis tanpa henti

Jika bayi atau balita menangis sepanjang sepanjang hari dan tidak bisa ditenangkan, hubungi dokter atau unit gawat darurat agar bisa dilakukan evaluasi segera. Hal ini karena penyebab tangisan seperti ini pada bayi bisa bervariasi mulai dari hanya masalah kecil seperti karena ada sehelai rambut yang melilit di jarinya hingga adanya gangguan usus yang serius. Begitu diketahui penyebabnya, akan lebih mudah untuk dicari solusinya.

Gangguan pernapasan

Bayi yang mengalami gangguan pernapasan biasanya menghirup dan menghembuskan napas dengan cepat, serta bagian tengah dadanya tertarik ke dalam. Jika sela-sela antara dua tulang rusuk tampak tertarik ke dalam setiap kali bayi menarik napas, segera bawa bayi ke unit gawat darurat terdekat.

Jika anak tidak berhenti batuk, bawa ke dokter atau UGD, barangkali dia menderita asma atau tanpa sengaja ada benda asing yang masuk ke saluran napasnya. Tidak semua anak yang menderita asma mengi – beberapa hanya batuk saja. Pada balita, hal ini lebih sering akibat adanya benda asing yang tidak sengaja masuk ke saluran napas.