5 Jenis Sayuran Untuk Menu Diet Anda

5 Jenis Sayuran Untuk Menu Diet Anda

Keluarga sehat – memiliki tubuh yang sehat serta bentuk yang ideal tentunya menjadi harapan dan dambaan setiap orang, baik itu pria maupun wanita. Olahraga untuk menurunkan berat badan juga sudah menjadi pilihan utama. Namun banyak orang yang kurang menyadari, jika selain berolahraga, memakan sayuran tertentu juga menyehatkan dan dapat mengurangi berat badan.

Berikut ini beberapa pilihan sayuran sehat yang baik untuk anda konsumsi dan dapat dijadikan menu makanan diet anda.

1. Bayam

Bayam

Seperti yang kita tahu, bayam adalah sayuran yang mengandung zat besi yang tinggi. Sayur bayam sangat disarankan bagi penderita anemia atau darah rendah untuk mengonsumsinya sebagai sayuran penambah darah. Sayur bayam juga mengandung berbagai macam mineral, vitamin, serat, dan antioksidan yang tinggi. Kandungan vitamin A dan K di dalam bayam mampu meningkatkan proses metabolisme dengan melancarkan proses peredaran darah di dalam tubuh.

Di Indonesia, bayam umumnya disayur bening. Namun saat ini ragam olahan bayam menjadi lebih bervariasi, misalnya ditumis, dimasak bersama pasta, dijadikan kripik bayam, ataupun diolah menjadi smoothies sehat. Untuk kamu yang sedang diet ataupun butuh asupan zat besi yang tinggi, mengkonsumsi sayur bayam sangat dianjurkan.

2. Selada

Selada

Selada merupakan sayuran yang rendah kalori dan rendah karbohidrat, sangat cocok untuk dijadikan sayuran untuk diet. Selain itu, selada kaya akan nutrisi seperti kalium, kalsium, folat, zat besi, serat, dan vitamin. Makan selada dapat menjaga kesehatan jantung karena memiliki nutrisi seperti kalium yang mencegah kenaikan tekanan darah. Selain itu kandungan folat di dalamnya juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Ada banyak jenis selada. Di antaranya ada iceberg dan romaine. Selada umumnya dikonsumsi mentah, bisa sebagai lalapan atau dijadikan isi untuk campuran salad. Salad ini selain dijadikan sebagai appetizer juga dapat sebagai cemilan sehat pengganti makanan berat. Karena mengandung nol lemak, bisa sering-sering makan selada deh.

3. Sawi Putih

Sawi Putih

Sawi putih atau sering dikenal sebagai sawi cina merupakan salah satu jenis sayuran yang bagus untuk diet. Sawi putih mengandung kalsium, kalium, magnesium, dan kaya akan vitamin K, vitamin A, dan vitamin C. Selain itu, sawi putih juga mengandung zat anti oksidan dan anti inflamasi yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Anti inflamasinya juga dapat tubuh terhadap peradangan, sehingga dapat mencegah penyakit seperti arthritis.

Di negara lain seperti Korea dan Cina, sawi putih ini biasa difermentasikan menjadi makanan sejenis asinan seperti kimchi. Di Indonesia sawi putih ini biasanya dimasak dengan kuah bening atau ditumis seperti capcay.

Sawi putih juga mengandung goitrogen, sama seperti brokoli. Jadi untuk kamu yang mengalami seperti hipotiroid, disarankan membatasi mengonsumsi sawi putih ini; sedangkan untuk kamu yang mengalami hipertiroid, rasanya aman saja untuk mengkonsumsinya.

4. Rumput Laut

Rumput Laut

Rumput laut bukan cuma nori lho! Rumput laut adalah alga atau ganggang laut (biasanya jenis yang cokelat, hijau, dan merah) yang dapat dimakan, dan sudah dijadikan makanan di Cina, Korea, dan Jepang sejak zaman prasejarah. Saat ini rumput laut digolongkan menjadi makanan super karena kaya akan vitamin dan mineral.

Rumput laut, terutama jenis kelp merupakan sumber terbaik untuk yodium yang baik dikonsumsi untuk penderita hipotiroid. Rumput laut mengandung kalsium, omega-3 asam lemak, berbagai macam vitamin (vitamin A, B12, B6, C, dan K) dan mineral lainnya. Rumput laut juga merupakan sayuran yang mengandung zat besi, selain itu rendah kalori dan memiliki serat yang tinggi sehingga bagus untuk dijadikan sebagai sayuran untuk diet.

5. Brokoli

Brokoli

Alasan kenapa brokoli menjadi sayuran yang baik untuk diet adalah karena mengandung serat yang tinggi sehingga dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama. Brokoli sering dikomsumsi orang yang diet rendah karbohidat karena mengandung karbohidrat kompleks. Jadi sangat cocok dikonsumsi orang yang tidak atau sedikit makan nasi namun tetap ingin mendapatkan nutrisi yang diperlukan.

Brokoli masuk ke dalam golongan sayuran krusiferus (cruciferous vegetables), bersama kale, kubis, dan kembang kol. Sayuran krusiferus mengandung substansi glukosinolat. Beberapa jenis senyawa glukosinolat ini dapat menjadi anti kanker, sehingga brokoli masuk sebagai salah satu sayuran yang dapat menghambat pertumbuhan kanker.